Jangan Salah! Ini Perbedaan 4G dan 4G+ di Indonesia Secara Lengkap


Di era sekarang, internet sudah jadi kebutuhan pokok. Bangun tidur cek notifikasi, siang streaming, malam scroll media sosial. Tapi pernah nggak sih kamu sadar, kadang di layar HP muncul ikon 4G, kadang berubah jadi 4G+? Nah, banyak yang masih bingung soal Perbedaan Jaringan 4G dan 4G+ di Indonesia. Apakah cuma beda simbol, atau memang beda performa?

Yuk kita bahas santai tapi tetap detail, supaya kamu benar-benar paham.


Apa Itu Jaringan 4G?

4G adalah singkatan dari Fourth Generation atau generasi keempat jaringan seluler. Di Indonesia, 4G mulai berkembang pesat sekitar tahun 2014-2016. Sejak itu, hampir semua operator besar seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Tri berlomba-lomba memperluas jangkauan 4G mereka.

Secara teknis, 4G menggunakan teknologi LTE (Long Term Evolution). Kecepatan teoritisnya bisa mencapai 100 Mbps atau lebih, meskipun di lapangan biasanya berkisar antara 10-40 Mbps tergantung lokasi dan kepadatan pengguna. Dengan 4G, kamu sudah bisa:
  • Streaming YouTube tanpa buffering (resolusi HD)
  • Main game online dengan ping stabil
  • Video call tanpa putus-putus
  • Upload konten media sosial lebih cepat
Singkatnya, 4G adalah standar internet cepat yang sekarang kita nikmati sehari-hari.

Lalu, Apa Itu 4G+?

Nah, ini yang sering bikin penasaran. 4G+ sebenarnya bukan generasi baru. Ia masih bagian dari 4G LTE, tapi sudah ditingkatkan kemampuannya.

4G+ menggunakan teknologi yang disebut Carrier Aggregation (CA). Artinya, jaringan ini bisa menggabungkan dua atau lebih pita frekuensi sekaligus untuk meningkatkan kecepatan dan stabilitas koneksi.

Kalau diibaratkan jalan raya, 4G merupakan satu jalur cepat, dan 4G+ adalah dua atau tiga jalur cepat yang digabung menjadi satu. 

Hasilnya? Data bisa “mengalir” lebih deras.

Di kondisi ideal, 4G+ bisa memberikan kecepatan lebih tinggi dibanding 4G biasa. Makanya saat ikon 4G+ muncul, itu tanda kamu sedang terhubung ke jaringan yang lebih optimal.

Perbedaan Jaringan 4G dan 4G+ di Indonesia Secara Detail

Supaya lebih jelas, kita bedah satu per satu.

1. Kecepatan Internet

Ini yang paling terasa.
  • 4G biasa: stabil untuk kebutuhan harian.
  • 4G+: lebih cepat, terutama untuk download file besar atau streaming resolusi tinggi.
Kalau kamu sering download game ukuran 1–2 GB, perbedaannya bisa lumayan signifikan.

2. Teknologi yang Digunakan

4G menggunakan satu frekuensi utama. 4G+ menggabungkan beberapa frekuensi sekaligus (Carrier Aggregation). Artinya, 4G+ lebih efisien dalam mengelola trafik data, terutama di kota besar yang padat pengguna.

3. Stabilitas di Area Ramai

Di tempat seperti mall, stadion, konser, dan area perkantoran padat. 4G biasa kadang terasa melambat karena banyak pengguna dalam satu waktu. Sementara 4G+ lebih mampu menjaga kestabilan koneksi karena distribusi frekuensinya lebih baik.

4. Dukungan Perangkat

Tidak semua HP mendukung 4G+. Biasanya HP entry level hanya mendukun 4G standar, untuk dukungan jaringan 4G biasanya ada pada hp kelas menengah keatas.

Kalau HP kamu tidak pernah menampilkan ikon 4G+, bisa jadi memang belum support Carrier Aggregation.

Kenapa Kadang 4G+ Tidak Muncul?

Banyak yang tanya, “HP saya support 4G+, tapi kok jarang muncul?”

Ada beberapa kemungkinan:
  • Lokasi belum mendukung 4G+
  • Operator belum mengaktifkan CA di wilayah tersebut
  • Sinyal sedang tidak optimal
  • Mode jaringan tidak diatur ke 4G Only
Kalau kamu sering mengalami jaringan turun ke 3G atau sinyal naik-turun, kamu bisa baca juga artikel kami tentang Cara Mengunci Jaringan 4G Only di Semua Merek HP Android supaya koneksi lebih stabil.

Apakah 4G+ Lebih Boros Kuota?

Jawabannya, tidak secara langsung. Yang bikin kuota cepat habis biasanya karena:
  • Streaming kualitas tinggi
  • Download file besar
  • Update aplikasi otomatis
Karena 4G+ lebih cepat, kamu cenderung lebih sering streaming resolusi tinggi tanpa sadar. Jadi bukan jaringannya yang boros, tapi pemakaiannya yang meningkat.

Operator di Indonesia dan Dukungan 4G+

Hampir semua operator besar di Indonesia sudah mendukung 4G+ di kota-kota besar. Namun, penyebarannya belum merata sampai ke daerah pelosok.

Biasanya, 4G+ lebih mudah ditemukan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar. Sementara di daerah pinggiran, masih banyak yang menggunakan 4G standar.

Apakah 4G+ Lebih Baik dari 4G?

Secara teknis, iya. Namun dalam penggunaan sehari-hari, perbedaannya kadang tidak terlalu terasa jika:
  • Kamu hanya melakukan browsing ringan
  • Scroll media sosial
  • Chat WhatsApp
Perbedaan baru benar-benar terasa saat:
  • Download file besar
  • Streaming 4K
  • Main game online kompetitif

Apakah 4G+ Sama dengan 5G?

Jawabannya adalah Tidak, dan ini adalah kesalahpahaman yang cukup sering terjadi. 4G+ tetap bagian dari 4G LTE, sedangkan 5G adalah generasi baru dengan teknologi yang berbeda dan kecepatan jauh lebih tinggi. Kalau HP kamu menampilkan 4G+, itu bukan berarti sudah 5G.

Kesimpulan

Jadi, Perbedaan Jaringan 4G dan 4G+ di Indonesia terletak pada teknologi dan performanya. 4G+ menggunakan Carrier Aggregation yang memungkinkan penggabungan beberapa frekuensi sehingga internet jadi lebih cepat dan stabil dibanding 4G biasa.

Namun, pengalaman pengguna tetap bergantung pada dukungan perangkat, lokasi, operator dan kepadatan pengguna. Intinya kalau kamu tinggal di kota besar dan menggunakan HP yang sudah mendukung, peluang menikmati 4G+ tentu lebih besar.

Sekarang kamu sudah nggak bingung lagi kalau lihat ikon 4G atau 4G+. Jadi, HP kamu lebih sering muncul yang mana?